Perhatian : Pengutipan berita Portal Riau Terkini harus mencantumkan nama Portal Riau Terkini dan izin dari Admin : BURHAN, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Mei 2014

Armada Kapal Penyebrangan Kekurangan Kursi


 

 Portal Riau, Bengkalis – Pelabuhan penyebrangan Bengkalis – Sungai Pakning merupakan suatu sarana transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kendaraan roda dua, empat atau lebih yang hampir tanpa putus mengunakan jasa penyebrangan ini. Selain itu, penyebrangan ini sangat dibutuhkan mengingat bahwa Bengkalis merupakan Kota Administratif Kabupaten Bengkalis. 

Saat ini armada kapal yang beroperasi 3 hingga 4 kapal, tergantung padatnya arus lalu lintas penumpang, apalagi menjelang hari-hari libur nasional. Namun sayangnya pada armada kapal penyebrangan tersebut kurang fasilitas bagi penumpang seperti tidak cukupnya kursi di dalam ruang penumpang dan lain hal-hal lainnya. Ini sangat kita sayangkan mengingat banyaknya ibu-ibu hamil dan lansia yang menjadi penumpang di kapal tersebut tapi harus berdiri tegak atau duduk di emperan. Seperti yang dikeluhkan Reni Desmawanti, salah seorang mahasiswa di Bengkalis ini. Hampir setiap minggu dia dan teman-teman yang lain menggunakan jasa penyebrangan ini, namum harus berdiri atau duduk di emperan. Selain ini berbahaya, juga membuat pada penumpang merasa tidak nyaman.

Sebagai mahasiswa dan masyarakat berharap armada-armada penyebrangan harus lengkap agar penumpang yang menggunakan jasa penyebrangan ini merasa nyaman dan aman (red/br).

Kamis, 01 Mei 2014

Pantai Rupat Utara, Tidak Kalah Indah dengan Maladewa

 Kalau mencari pantai indah, tidak usah jauh-jauh ke luar negeri, Indonesia itu juaranya. Bahkan, pantai di Pulau Rupat, Riau, tidak kalah indah dengan Maladewa. Pantai ini sangat luas dan masih perawan. Siapa yang menyangka Indonesia juga memiliki pantai indah seperti di Maladewa? Oke, mungkin tidak sebening air Pantai Maladewa. Namun yang menjadi perhatian saya adalah keindahan alami pantai di Pulau Rupat Utara. Pantai ini merupakan warisan alam yang belum tersentuh oleh tangan-tangan asing, sangat natural dan serasa memiliki pantai di pulau sendiri.



Bagaimana tidak? Pantai tersebut tidak memiliki wisatawan yang banyak, bahkan tidak ada. Tidak seperti di pantai-pantai umumnya yang dipenuhi oleh wisatawan, melainkan hanyalah penduduk yang bermukim di daerah tersebut. Pantai yang luas dan langit biru yang sangat bersih, memberikan perasaan damai. Udaranya bersih dan sangat menyegarkan. Sungguh indahnya ciptaan-Mu, Tuhan!



Keberadaan pulau yang belum ramai dikunjungi oleh wisatawan memberikan suasana yang tenang. Saya bebas dan puas berlari-lari kesana kemari. Ada yang menjadi perhatian bagi saya, ketika saya menyadarinya bahwa di pantai ini tidak ada pohon kelapa melainkan pohon cemara. Sangat berbeda dengan pantai pada umumnya bukan?



Pantai ini merupakan salah satu warisan alam Indonesia yang sangat berharga. Kita tidak perlu jauh-jauh pergi keluar negeri untuk menikmati keindahan pantai. Masih banyak kok pantai-pantai di Indonesia yang belum terjamah oleh wisatawan, dan keberadaannya perlu kita temukan dan dilestarikan. Salah satunya pantai di Pulau Rupat Utara ini. Semoga pantai ini tetap terjaga keindahan alaminya, kebersihan, dan kelestariannya.

Tari Zapin Riau

Tarian Zapin merupakan salah satu dari beberapa jenis tarian Melayu yang masih eksis sampai sekarang. Tarian ini diinspirasikan oleh keturunan Arab yang berasal dari Yaman. Menurut sejarah, tarian Zapin pada mulanya merupakan tarian hiburan di kalangan raja-raja di istana setelah dibawa dari Yaman oleh para pedagang-pedagang di awal abad ke-16. Masyarakat Melayu termasuk seniman dan budayawannya memiliki daya kreasi yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan kreasi tari Zapin yang identik dengan budaya Melayu maupun dalam hal berpantun. Seniman dan budayawannya mampu membuat seni tradisinya, tidak mandek tapi penuh dinamika yang selalu dapat diterima dalam setiap keadaan. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan.

Seni Tari adalah gerak indah dan berirama yang mengandung dua unsur penting: gerak dan irama. Gerak merupakan gejala primer dan juga bentuk spontan dari kehendak yang terdapat di dalam jiwa; sementara irama adalah bunyi teratur yang mengiringi gerak tersebut. Gerak tarian  biasanya diinspirasikan dari pengalaman hidup sehari-hari. Satu tari tradisional Melayu yang sangat mengakar dan populer adalah Tarian Zapin. Tari ini merupakan satu dari beberapa jenis tarian Melayu yang masih eksis sampai sekarang. Tarian ini diinspirasikan oleh keturunan Arab yang berasal dari Yaman.

Menurut sejarah, tarian Zapin pada mulanya merupakan tarian hiburan di kalangan raja-raja di istana setelah dibawa dari Yaman oleh para pedagang-pedagang di awal abad ke-16. Masyarakat Melayu termasuk seniman dan budayawannya memiliki daya kreasi yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan kreasi tari Zapin yang identik dengan budaya Melayu maupun dalam hal berpantun. Seniman dan budayawannya mampu membuat seni tradisinya, tidak mandek tapi penuh dinamika yang selalu dapat diterima dalam setiap keadaan. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan.

Sebutan zapin umumnya dijumpai di Sumatera Utara dan Riau, sedangkan di Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu menyebutnya dana. Julukan bedana terdapat di Lampung, sedangkan di Jawa umumnya menyebut zafin. Masyarakat Kalimantan cenderung memberi nama jepin, di Sulawesi disebut jippeng, dan di Maluku lebih akrab mengenal dengan nama jepen. Sementara di Nusatenggara dikenal dengan julukan dana-dani.

Minyak Dan Gas Di Bumi Riau

Kilang Minyak Di Riau
Minyak dan Gas Bumi RIAU memiliki  2 aktivitas pokok dari migas, yaitu Produksi Minyak dan Gas, Kilang (minyak, Gas, LPG, LNG). Dan penyimpanan BBM untuk kebutuhan distribusi di Riau tidak ada, yang ada adalah penyimpanan BBM sementara dari hasil produksi BBM Kilang minyak. Para pelaku aktivitas Minyak dan Gas Bumi RIAU adalah perusahaan Migas,  yaitu : PT. Pertamina, PT. Chevron Indonesia company, PT. Emp Malaca, PT. Sarana Pembangunan Riau, PT. Sumatra Persada Energi.
Disamping kegiatan tersebut kegiatan lain adalah ekspor dan impor Minyak Bumi dan Gas. Ekspor migas  Riau berupa Minyak mentah, dan beberapa produk turunan dari Migas termasuk ekspor BBM, hanya ekspor diluar minyak jumlahnya relative kecil.


EKSPOR MINYAK DAN GAS BUMI.

Minyak dan gas bumi RIAU di ekspor melalui 2 pelabuhan, yaitu : pelabuhan Dumai, Pelabuhan Sungai Pakning. Dari kedua pelabuhan tersebut RIAU tahun 2012 menyumbang devisa keTIGA terbesar dari ekspor migas nasional, SETELAH KALTIM dan KEPRI, yaitu senilai 5,7 milyar USD, atau sebesar 15,8 persen dari nilai ekspor migas Nasional.
              
TABEL 1
EKSPOR MINYAK
TAHUN 2012

PELABUHAN
dlm juta barrel
Juta USD
DUMAI
                                    49.04
           5,548
SUNGAI PAKNING
                                       1.12
               131
TOTAL
                           50.16
        5,679
Sumber : diolah BPS





https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEr-K7fSrhRaQESg_I54GCR7J9YSB1X0uyvb0yLeeZm3D0FD-F8fkABW5kFGcvAYsI4sGkOcgCWt_JcWKvfigyOYXKcp0Ud6vkZ8ERA1-CKZAQ4rvwuYJwV5Cslc5mKR4H2SsOFGhceT8/s470/MINYAK+DAN+GAS+BUMI+KT.png
Produksi Minyak mentah dan kondensate
Minyak dan kondensat yang di produksi Riau tahun 2012 sebesar 133,4 juta barrel,  sedangkan produksi nasional sebesar 314,67 juta barel, berarti produksi Minyak RIAU sebesar 42,4 persen dari produksi nasional.  Dan  RIAU merupakan Produsen terbesar Minyak Mentah dan Kondensat Indonesia.              




Perusahaan yang memproduksi minyak dan kondensat tahun 2012 RIAU adalah :
(1)   PT Chevron  dari 2 lokasi produksi sebesar 124.66 juta barrel atau sebesar 93,42 persen.
(2)   PT BOP Pertamina pada 1 lokasi sebesar 5,6 juta barrel, atau sebesar  4,26 persen.
(3)   PT EMP Malaca sebesar  2,64 juta barrel, atau sebesar   1,98 persen.
(4)   PT. SARANA PEMBANGUNAN RIAU sebesar 0.22 juta barrel, atau sebesar  0,16 persen.
(5)   PT. SUMATRA PERSADA ENERGI sebesar 0.18 juta barrel, atau sebesar 0,14 persen.


TABEL 3
PRODUKSI MINYAK
TAHUN 2012

PERUSAHAAN
DAERAH
jt barrel
BOB Pertamina Bumi Siak Pusako
Siak
               5.68
PT Chevron Pacific Indonesia
Rokan, Riau
           123.91
PT Chevron Pacific Indonesia C & T (Siak)
Siak Block, Riau
               0.75
EMP Malacca Strait S.A. (ex. Kondur)
Malacca Strait, Riau
               2.64
Petroselat
Selat Panjang, Riau
               0.06
PT Sarana Pembangunan Riau
Mountain Front Kuantan, Riau
               0.22
PT Sumatera Persada Energi
West Kampar, Riau
               0.18
TOTAL
           133.44
Sumber : diolah dijen ESDM


Produksi GAS BUMI
Perusahaan gas yang beroperasi di RIAU adalah :
(1)         PT Chevron  dengan produksi 17,7 juta MSCF atau 74,6 persen dari produksi gas RIAU.
(2)          PT Kalila ltd pada 2 lokasi dengan produksi 6,0 juta MSCF atau sebesar 25,4 persen.
(3)          PT Petroselat ltd dengan produksi 9,3 ribu MSCF atau 0,04 persen.

TABEL 4
PRODUKSI GAS BUMI
TAHUN 2012

PERUSAHAAN
dlm MSCF
Kalila (Bentu)
5,862,221
Kalila (Korinci Baru)
171,412
Petroselat Ltd
9,338
PT. C P I
17,742,337
TOTAL
23,785,308
Sumber : diolah dijen ESDM



Produksi LPG
Produksi LPG RIAU sebesar 90 ribu m ton tahun 2012. Dengan 2 perusahaan yang memproduksi taitu :
1         Pertamina produksi sebesar 41,1 ribu m ton atau 45,7 persen. LPG dihasilkan dari Kilang Minyak milik Pertamina.
2         PT HESS pangkah produksi sebesar  48,9 ribu m ton atau sebesar 54,3 persen.
TABEL  3
PRODUKSI LPG
TAHUN 2012

PERUSAHAAN
dlm m ton
PERTAMINA
41,086.14
HESS (PANGKAH)
48,873.00
TOTAL
89,959.14
Sumber : diolah dijen ESDM


Kilang Minyak .
RIAU memiliki 2 kilang minyak, yaitu kilang minyak sei pakning, dan kilang minyak Dumai.
Kapasitas kilang sei Pakning sebesar 50.000 barrel per hari, dan kapasitas Kilang Minyak Dumai sebesar 127.000 narrel perhari. Total kapasitas kilang minyak di RIAU sebesar 177.000 barrel per hari. Jadi kapasitas produksi pertahun sebesar 64,6 juta barrel pertahun. Kapasitas produksi kilang minyak nasional adalah 429,2 juta barrel pertahun. Bearti Kapasitas Kilang minyak RIAU sebesar 15 persen dari kapasitas kilang minyak nasional.
Bila dibandingkan dengan produksi minyak Riau tahun 2012 sebesar 133,4 juta barrel, maka memampuan kilang minyak hanya bisa menyerap 49,4 persen dari produksi minyak mentah RIAU.

Biomassa Riau Bisa Jadi Sumber Listrik Terbesar

Kebun Sawit Di Riau (Tampak Atas)
Provinsi Riau bakal menjadi sumber lumbung bioenergi listrik terbesar se-Sumatera sehingga diperkirakan dapat mensuplai kebutuhan energi listrik ke Pulau Jawa dan negara tetangga."Posisi ini bakal bisa diwujudkan karena didukung oleh sumber bahan baku limbah cair dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Provinsi Riau yang besar," kata Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulher ketika mewakili Gubernur Riau, ketika membuka peluncuran Riau Research Energy Centre (RiREC) dan Biomass Energy Clearing House, di Pekanbaru, Selasa.
Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Rektor UIN Suska, Prof. DR. hm. Nazir Karim, , Deputi Direktur Bioenergi dan Energi Terbarukan Kemen ESDM, Agus Saptono, Pewakilan Kedutaan Finlandia Indira Nurtanti, Koordinator EEP Indonesia Nasrullah Salim, Kepala Energy Research (Enreach) UIN Suska Riau Kunaifi, dan lainnya.

Zulher menyebutkan, Riau saat ini memiliki kebun kelapa sawit seluas 2,3 juta hektare dari 8 juta hektare luas perkebunan kelapa sawit nasional.

"Dari 2,3 juta hektare lahan kelapa sawit tersebut akan diolah oleh 146 PKS dengan kapasitas total sebesar 6.137 ton TBS (tandan buah segar) per jam yang akan menghasilkan produksi CPO (minyak sawit mentah) 20,8 juta ton,"katanya.

Dari proses produksi TBS hingga 6.137 ton TBS per jam maka listrik dapat diproduksi sebanyak 906 MW dari serat dan cangkang, selain itu sekitar 112 MW dari limbah cair (biogas).

Jika ditotalkan maka industri kelapa sawit di Riau dapat menghasilkan 1.018 MW. Angka-angka ini menunjukkan bukti betapa besarnya kontribusi Provinsi Riau dalam pengembangan energi terbarukan ke depan.

"Untuk ini, Riau dapat menjadi penyumbang energi listrik terbesar di Sumatra," katanya dan menambahkan dibandingkan kemampuan PLTA Koto Panjang yang hanya mampu memproduksi listrik sebesar 115 MW yang dapat mengaliri listrik di Riau dan Sumbar.

Bahkan jika sumber bahan baku dari industri kelapa sawit ini dapat menghasilkan 1.018 MW maka Riau dapat mengekspor listrik hingga ke luar negeri," katanya.

Keberadaan RiREC dan Biomass Energy Clearing Housenya dapat mendorong kegiatan pengolahan industri energi dan energi terbarukan yang ramah lingkungan di Provinsi Riau.

Sementara itu, peluncuran RiREC dan Biomass Energy Clearing House itu diinisiasi Dinas Perkebunan Provinsi Riau, EEP Indonesia dan Kemenlu Finlandia dan juga Enreach UIN Suska.

"Perwakilan Kementrian Luar Negeri Finlandia, Indira Nurtanti, menyatakan dukungannya dalam pengembangan energi terbarukan berbahan biomassa di Riau. Finlandia selama ini komit terhadap perubahan iklim dan perbaikan lingkungan," katanya.

Buktinya, kata Zulher lagi, Pemerintah Finlandia mengalokasikan anggaran untuk penelitian dan pengembangan energi terbarukan hingga empat juta poundsterling untuk keikutsertaan mereka terhadap perbaikan lingkungan di Indonesia dan juga mengembangkan industri energi baru dan terbarukan.

Rektor UIN Suska, Prof. DR. HM Nazir mengatakan UIN Suska ingin berperan penting dalam issu perubahan iklim dan pengembangan energi baru dan terbarukan.

Rabu, 30 April 2014

Burhan, Ketua Umum HMRB Ajak Mahasiswa Jalin Silaturahmi

         Bengkalis, Portal Riau Terkini - Silaturahmi merupakan suatu hal yang bisa membuat mahasiswa makin kompak satu sama lain. Di Pulau junjungan Bengkalis ini mahasiswa rupat jumlahnya ratusan orang yang berasal dari beberapa kampus seperti Politeknik Negeri Bengkalis, STAI Bengkalis, STIE Syariah. Mahasiswa Rupat yang ada di Bengkalis merupakan ujung tombak pemuda Rupat dalam menyonsong masa depan, bukan hanya masa depan individu mahasiswa tapi masa depan Publik Rupat yang di kenal dengan Potensi Wisata yang tinggi.
       Peran mahasiswa dalam masyarakat sangat penting. Tak bisa dipungkiri, mahasiswa memberikan peran penting dalam pembangunan masyarakat. dalam beberapa aspek kehidupan, salah satu di antaranya, pendidikan, mahasiswa mengambil andil yang krusial dalam terwujudnya kondisi akademis yang dibawa ke wilayah kemasyarakatan. Ini perlu, sebagai agent of change, mahasiswa menjadi pihak perubahan, yang pada awalnya banyak yang tidak diketahui, banyak yang bernilai kurang, mahasiswa memberi sesuatu yang bernilai lebih pada masyarakat. Di antara yang bisa kita lihat, peran mahasiswa, adalah berbaurnya mereka bersama masyarakat dalam proses pembangunan. Para mahasiswa, sesuai jurusan mereka berupaya mengaplikasikan apa yang telah mereka dapatkan di bangku kuliah.
          Sebagai contoh, ada mahasiswa yang mengambil jurusan pendidikan Agama Islam, dapat kita bayangkan, bahwa mereka bisa mengambil andil penting dalam aktifitas keagamaan, seperti sebagai imam masjid atau khatib di hari Jumat. Di lingkungan-lingkungan masyarakat lainnya, mahasiswa –sepantasnya- ada di sana, juga sebagai pelaku yang dianggap oleh masyarakat. semisal, dalam rapat menyelesaikan masalah desa/kelurahan. Mahasiswa memiliki potensi untuk mengeluarkan gagasan cemerlang sebagai bukti bahwa apa yang dipelajari di universitas memang ada manfaat lebih. Karakter mahasiswa pun ditilik masyarakat sebagai hal yang baik, selama memang mahasiswa benar-benar menjalani status sebagai seorang mahasiswa sejati. Contohnya, seorang mahasiswa dididik untuk memiliki jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, akademis, solutif, dan berakhlak terpuji.
          Bagi masyarakat, mahasiswa adalah harapan. Mahasiswa –harusnya- adalah titik terang untuk masa depan. Seberapa besar peran mahasiswa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat tergantung bagaimana mahasiswa menyikapi diri untuk menjadi bermanfaat bagi warga sekitar mereka. sebab, tidak semua mahasiswa benar-benar sadar akan apa yang mereka emban. Status mahasiswa, jika saja tidak dimaknai dengan baik oleh mahasiswa itu sendiri, akan menjadi hal yang akan mengubah paradigma masyarakat yang awalnya mengharapkan mahasiswa sebagai penyelesai masalah menjadi pengganggu dalam masalah yang tak selesai-selesai. Tentunya, itu bukanlah harapan mahasiswa dan masyarakat seutuhnya. Kesadaran, adalah yang terpenting, tentang bagaimana membangun negeri ini agar bisa lebih baik dari sebelumnya.
          Burhan, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Rupat Bersatu (HMRB) mengajak Mahasiswa Rupat Khusus yang ada di Bengkalis agar jalin Silaturahmi untuk memperkuat persaudaraan guna Perkembangan dan kemanjuan dalam bidang pembangunan, pendidikan dan kesenian. Burhan juga mengajak mahasiswa untuk sama-sama mengawasi kinerja pemerintah dalam segala bidang dan memberikan kritisi guna pembangunan yang efektif dan efesien. Mudah-mudahan Rupat menjadi negeri Baldatun Thoyibatun Warrobun Ghofur...Amin, Ujar Burhan (Ketua HMRB). (red/br)


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons